Pajak Progresi Motor

Terhitung 3 Januari 2011 , Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan pajak progresif kendaraan bermotor baik untuk roda dua maupun roda empat.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, penerapan pajak progresif pada kepemilikan kendaraan DKI Jakarta bukanlah satu satunya solusi untuk mengurangi masalah kemacetan di Ibu kota. Penerapan pajak progresif, hanyalah salah satu dari sekian banyak cara untuk mengurangi kemacetan serta mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta.

Teknis penerapan pajak progresif ini akan dilakukan melalui nama dan alamat yang terdata di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk mengantisipasi penyelewengan data kepemilikan, Pemprov DKI juga telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta yang memiliki data kependudukan lengkap dan akurat seperti KTP dan KK.

Pajak progresif ini sendiri akan diterapkan terpisah dari motor dan mobil. Jadi pajak ini diterapkan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil.

Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2015 Tentang Tarif Pajak Progresif bahwa nama atau alamat yang sama akan dikenakan pajak progresif. Hal ini diberlakukan mulai tanggal 1 Juni 2015.

 

Tarif Pajak Progresif Motor

Berikut adalah tarif pajak kendaraan bermotor kepemilikan pribadi :

    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama sebesar 2%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua sebesar 2,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga sebesar 3%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat sebesar 3,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima sebesar 4%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam sebesar 4,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh sebesar 5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan sebesar 5,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan sebesar 6%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh sebesar 6,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas sebesar 7%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas sebesar 7,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas sebesar 8%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas sebesar 8,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas sebesar 9%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas sebesar 9,5%.
    • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas sebesar 10%.

Hasil yang tertera di STNK terkait dengan kepemilikan motor pertama, kedua, ketiga, dan keempat, dst adalah data dari Dispenda sehingga semua komplain yang berkaitan dengan data tersebut harap ditujukan ke Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s